Berita

BPI Gelar Serangkaian Program Pemberdayaan di Desa-desa Terdampak PLTU Jawa Tengah

BPI Resmikan Perpustakaan Mini bagi 13 TPA di Tujuh Desa Terdampak

Untuk memberikan alternatif penghasilan, buruh tani dan petani terdampak kembali mendapat kompensasi sosial


Batang, 23 November 2016 – PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) bekerjasama dengan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) Kabupaten Batang, hari ini meresmikan 13 perpustakaan mini bagi anak-anak TPA (Taman Pendidikan Al-Quran) di tujuh desa terdampak pembangunan PLTU Jawa Tengah. Kegiatan yang dipusatkan di TPA Assalam, Desa Wonokerso ditandai dengan penyerahan buku-buku bacaan bernuansa islami yang diterima secara simbolis oleh perwakilan masing-masing TPA dari tujuh desa tersebut.

Program perpustakaan mini ini merupakan inisiatif BPI dalam upaya menumbuhkembangkan minat dan kecintaan membaca sejak dini. Sehingga diharapkan akan lahir generasi-generasi baru yang berilmu pengetahuan dan berakhlak mulia. Dalam program ini BPI melengkapi setiap perpustakaan dengan rak-rak berisi ratusan eksemplar buku bacaan.

Direktur Operasional PT BPI, Shiroki Yamashita mengungkapkan Program kemitraan KPAD Kabupaten  Batang ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berpartisipasi aktif menghadirkan kemajuan di semua level masyarakat sekitar lokasi terdampak PLTU Jawa Tengah.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah Batang yang terus mendukung kegiatan-kegiatan BPI memberdayakan masyarakat. Sinergi antara perusahaan, pemerintah kabupaten dan masyarakat akan menjadi kunci dari program yang kami gulirkan,” kata Yamashita.

Pihak yang memberikan kontribusi seperti Perpusda sebagai pembina utama serta pihak pengelola TPA yang berkomitmen bersama sehingga kesuksesan program ini menjadi tanggung jawab bersama. Setelah peresmian ini, rak dan buku akan diberikan langsung kepada wakil TPA di desa Ujungnegoro, Kenconorejo, Ponowareng, Simbangjati, Karanggeneng dan Beji.

Sejak tahun 2015, BPI dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan mendukung mutu pendidikan kepada lembaga pendidikan baik formal ataupun non formal, telah memberikan bantuan  sarana dan prasarana seperti meja & kursi, Al-Quran, dan lemari kepada 19 TPA/TPQ  di wilayah terdampak pembangunan PLTU Jawa  Tengah. Guru-guru TPA/TPQ di 9 desa sekitar wilayah terdampak Pembangunan PLTU Batang juga telah bergabung dalam Program Kelompok Usaha Bersama (KUB), guna meningkatkan pendapatannya melalui kegiatan simpan pinjam guna usaha-usaha produktif.
 
Selain program perpustakaan, hari ini, BPI juga melanjutkan penyaluran biaya kompensasi sosial yang dilakukan di Balai Desa Ujungnegoro secara bertahap sejak pagi hingga siang tadi. 

Presiden Direktur BPI, Takashi Irie menambahkan, penyaluran dana kompensasi sosial ini merupakan solusi dan komitmen tinggi perusahaan untuk mendukung masyarakat terdampak PLTU Batang melanjutkan kehidupan dengan tetap produktif. Selain dana sosial, BPI juga memberikan lahan pengganti kepada petani penggarap masing-masing seluas 1.200 m2

“Kami bersyukur program kompensasi sosial telah memberikan dampak positif kepada masyarakat. Para petani penggarap juga sudah mulai menikmati panen dari lahan pengganti yang kami berikan melalui program mitigasi sosial,” tambahnya.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap Jawa Tengah saat ini tengah memasuki tahap konstruksi diharapkan dapat menghasilkan listrik pada 2020. Proyek PLTU ini merupakan salah satu bagian dari Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang akan menjadi lokomotif dalam pengembangan ekonomi Indonesia.