Dukung Kampanye Peduli HIV/AIDS, BPI Gelar Pelatihan Tenaga Kesehatan di area PLTU Jawa Tengah
Batang, 14 Desember – Untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap penyakit HIV dan AIDS, pada Rabu (14/12) PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) menggelar pelatihan kepada Tenaga Kesehatan di wilayah Kecamatan Kandeman dan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Pelatihan bertema “Peran Serta Tenaga Kesehatan Terhadap HIV/AIDS” diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari dokter umum, paramedis dan bidan desa yang mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan seputar HIV/AIDS dari tenaga ahli Dinas Kesehatan Kabupaten Batang.
Direktur Operasional PT BPI, Shiroki Yamashita mengatakan melalui pelatihan ini para bidan dan paramedis di desa mendapatkan pemahaman yang baik mengenai HIV/AIDS, sehingga dapat disampaikan kepada masyarakat lainnya.
“Melalui pelatihan ini kualitas pelayanan kebidanan dan tenaga kesehatan sebagai sosok terdepan dalam mencegah berkembangnya virus HIV/AIDS di masyarakat dapat terus ditingkatkan. BPI memiliki komitmen dan kepentingan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Batang.”
Berdasarkan penelitian Tim Pakar HIV Aids dan Manajer Kerjasama dan Hubungan Alumni FIK UI serta data UNAIDS pada peringatan Hari Aids 1 Desember 2016 kemarin, jumlah penderita HIV diperkirakan mencapai 610.000 orang dengan kecenderungan jumlah yang terus meningkat. Sedangkan KPA dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mencatat, hingga pertengahan tahun 2016 terdapat 6.902 kasus AIDS. Angka ini meningkat 1.860 kasus dalam kurun waktu kurang lebih 6 bulan dimana sebelumnya di bulan Desember 2015 tercatat 5.042 kasus HIV/AIDS.
Yamashita menambahkan, kesadaran masyarakat terhadap bahaya virus HIV dan AIDS masih tergolong rendah. Sementara HIV/AIDS hingga saat ini merupakan penyakit paling mematikan di dunia. Dengan adanya pelatihan ini paramedis di desa dapat bertukar pikiran serta menambah pemahaman mengenai upaya mendeteksi serta mengantisipasi sedini mungkin pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS baik bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan maupun masyarakat.
"Pencegahan HIV/AIDS membutuhkan partisipasi masyarakat. BPI akan terus mendukung dan mengambil peran dalam penanggulangan penyakit ini di Batang,” tandasnya.
Sementara itu pihak UPTD Tulis, dr. Hj. Wiwit menyambut baik komitmen dan upaya PT Bhimasena Power Indonesia dalam mendukung program pemerintah. Menurutnya, perlu adanya sinergisitas dari semua pihak dalam hal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dari bahaya laten HIV/AIDS.

“Seiring dengan tingkat prevalensi dengan meningkatnya penderita HIV/AIDS dari tahun ke tahun di Kabupaten Batang, dibutuhkan perhatian seluruh stakeholder untuk terus bersinergi dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya pemahaman mengenai deteksi dini dan tatalaksana HIV/AIDS tersebut, dan melalui kegiatan ini berharap agar pasien HIV/AIDS yang telah terdeteksi sejak dini bisa tertangani dengan baik,” paparnya.
Pelaksanaan program pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bhimasena Power Indonesia bidang kesehatan bermitra dengan UPTD Kandeman dan Tulis yang telah terlaksana sejak tahun 2013 dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan masayarakat di wilayah terdampak pembangunan PLTU. Kegiatan pelatihan ini sudah dilakukan berkala dan akan terus dilanjutkan dengan tujuan untuk peningkatan kapasitas tenaga medis.
Sebagai wujud kepedulian BPI terhadap peningkatan kesehatan masyarakat, perusahaan memberikan bantuan alat kesehatan kepada 6 Kelompok Usaha Bersama ( KUB) kader kesehatan di 6 desa yang berada di wilayah terdampak PLTU Jawa Tengah. BPI menyerahkan peralatan kesehatan yang disalurkan dan digunakan untuk berbagai aktivitas Posyandu seperti timbangan bayi, timbangan injak, alat pengukur tinggi badan.


