Berita

TINGKATKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, BPI GALAKKAN BERBAGAI PROGRAM SOSIAL DAN KEMITRAAN

Batang, 21 Desember – Sekitar 700 petani terdampak kembali menerima kompensasi sosial dari PT Bhimasena Power Indonesia, di balai desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Rabu (21/12). Program kompensasi sosial digagas BPI sebagai salah satu solusi untuk perubahan mata pencaharian akibat proses pengadaan lahan PLTU. Para petani terdampak ini secara terbatas menerima kompensasi sosial untuk mendukung kehidupannya. 
 

Dalam program jangka panjang, lahan pengganti juga telah disiapkan untuk dipergunakan sebagai areal pertanian. Lahan pengganti seluas 32 Ha di Desa Sembojo ini pun secara bertahap telah digunakan untuk pertanian. Masing-masing petani penggarap yang berhak menerima lahan pengganti dapat menggarap lahan seluas 1200m2, dan beberapa diantaranya sudah sudah mulai menikmati panen padi pada September lalu. 

Sementara itu, bagi para nelayan terdampak, BPI juga telah melakukan sosialisasi serta instalasi rumah ikan yang berfungsi sebagai habitat buatan. Instalasi rumah  ikan ini dilakukan untuk memulihkan daerah penangkapan yang kurang produktif sehingga diharapkan dapat meningkatkan produksi perikanan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh nelayan.  

Berbagai program kemitraan juga digagas BPI untuk pemberdayaan masyarakat. Salah satunya yaitu dengan menggalakkan ekonomi masyarakat melalui pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang hingga oktober 2016 mencapai 116 kelompok dengan jumlah anggota hingga 1800 orang. Masing-masing KUB mengelola usaha tertentu seperti, konveksi, produksi makanan, jasa (catering, laundry), peternakan, hingga koperasi simpan pinjam.
 

Dalam menjalankan berbagai programnya, BPI juga kerap menggandeng berbagai mitra, diantaranya Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Batang serta Coca Cola Foundation untuk program Perpuseru. Melalui program ini BPI mendukung peprustakaan desa dengan memberikan sejumlah bantuan infrastruktur perpustakaan, paket komputer serta buku bacaan. Melalui program ini, diharapkan perpustakaan dapat hadir di tengah masyarakat sebagai sumber informasi serta menjadi pusat belajar berbasis teknologi dan informasi. 

Saat ini BPI dalam proses konstruksi dan diharapkan akan dapat beroperasi secara penuh pada 2020 untuk berkontribusi terhadap pasokan listrik nasional.