Berita

PLTU Jawa Tengah Terpilih Sebagai Power Deal of The Year 2016 untuk Kawasan Asia Pasifik

Jakarta, 6 Februari 2017 – Proyek PLTU Jawa Tengah 2 x 1.000 MW meraih penghargaan dari Project Finance International (PFI) dalam kategori “Power Deal of The Year 2016 Award” untuk wilayah Asia Pasific. Penghargaan ini diterima oleh perwakilan PLTU Jawa Tengah, sponsor dan perwakilan permberi pinjaman pada malam penganugerahan PFI Award di Hilton, Park Lane, London, Inggris (1/2).

PFI menilai proyek PLTU Jawa Tengah telah memulai era baru dalam pendanaan proyek infrastruktur di Indonesia. PLTU Jawa Tengah merupakan proyek landmark di Indonesia yang menjadi proyek IPP pertama yang menggunakan skema kerjasama PPP dan mendapatkan penjaminan melalui PII dan Pemerintah Indonesia (dalam hal ini Kementerian Keuangan RI) sehubungan dengan pemenuhan kewajiban PLN.  Selain itu, penerapan dalam aturan penggunaan sistem mata uang yang baru dimana seluruh pembayaran untuk transaksi lokal menggunakan rupiah, dengan penyesuaian mata uang dan resiko nilai tukar.

Proyek PLTU Jawa Tengah menghadapi sejumlah tantangan. Proyek ini memerlukan waktu lima tahun hingga dapat mencapai financial close sejak proyek ini pertama kali dicanangkan pada 2011. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, kerjasama dari pemberi pinjaman dan pemerintah, proyek ini mencapai financial close senilai US$ 3.4 milliar pada Juni 2016.  Kesepakatan pembiayaan proyek PLTU Jawa Tengah ini melibatkan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan sindikasi 9 (sembilan) bank komersial, yaitu: SMBC, BTMU, Mizuho, DBS, OCBC, Sumitomo Trust, Mitsubishi Trust, Shinsei dan Norinchukin.
 


Presiden Direktur BPI, Takashi Irie mengungkapkan terimakasihnya atas dukungan dari pihak pemberi pinjaman dan juga pemerintah Indonesia atas dukungannya pada proyek ini, “kami bangga dengan pencapaian Internasional ini. Kami juga sangat bersyukur untuk dukungan dan kerjasama yang erat dari pemerintah, pihak pemberi pinjaman dan juga masyarakat yang memungkinkan proyek ini berjalan baik,” ungkapnya.  Lebih jauh lagi, Irie menegaskan bahwa kepercayaan dari pemberi pinjaman terhadap proyek ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki iklim investasi yang prospektif dan kondusif. 

Sebagai salah satu pembangkit listrik dengan kapasitas terbesar di Indonesia, kehadiran PLTU Jawa Tengah diharapkan dapat memberikan kontribusi positif pada pemerataan pembangunan dan perekonomian nasional dalam rangka memenuhi kebutuhan pasokan listrik secara nasional yang semakin meningkat sejalan dengan peningkatan laju ekonomi. “Penghargaan ini dapat menjadi referensi bagi para investor terkait komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung dunia usaha di Indonesia. Hal itu tentunya akan sangat positif bagi Jawa Tengah dan Perekonomian Indonesia,” jelasnya.

PLTU Jawa Tengah akan menjadi bagian dari Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia yang akan menjadi lokomotif dalam perkembangan ekonomi Jawa. Proyek ini juga akan memberikan kontribusi signifikan pada target pemerintah dalam pemenuhan 3.500 MW kapasitas baru pada 2019.