Berita

Raih Piagam Apresiasi Perpustakaan, BPI Berkomitmen Dukung Pengembangan Kepustakaan di Batang

YOGYAKARTA, 14 Maret 2017 – Komitmen PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) dalam mengembangkan perpustakaan desa di Kabupaten Batang, Jawa Tengah mendapat apresiasi positif. Hari ini, Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) memberikan piagam penghargaan terhadap upaya dan konsistensi BPI dalam mengembangkan dan memberdayakan komunitas Perpustakaan di desa-desa di Batang sejak November 2011.

“Kami menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan penghargaan dari Coca Cola Foundation Indonesia ini. BPI terus berkomitmen untuk pengembangan program perpustakaan desa berbasis teknologi informasi dan komunikasi, seperti yang sudah dilaksanakan selama ini,” ujar Direktur Operasional BPI Shiroki Yamashita sesaat setelah menerima penghargaan di Sahid Rich Hotel, Yogyakarta (14/3). BPI sendiri ikut berperan aktif dalam program perpustakaan desa bertema PERPUSERU yang diinisiasi oleh CCFI didukung oleh Bill & Melinda Gates Foundation.

Yamashita mengatakan, program PERPUSERU ini adalah program perpustakaan desa yang menjadi sebuah terobosan yang memungkinkan masyarakat untuk mengakses ilmu pengetahuan. Kondisi itu tentu akan sangat berguna karena memungkinkan masyarakat untuk menghadapi persoalan yang muncul sehari-hari dan mencari solusinya lewat buku atau teknologi informasi yang dapat ditemui di perpustakaan. 

Tercatat sejak 2015 hingga sekarang PT. Bhimasena Power Indonesia bersama mitranya telah mereplikasi Program PerpuSeru di sepuluh desa terkait PLTU, yaitu Karanggeneng, Ujungnegro, Ponowareng, Wonokerso, Kenconorejo, Tulis, Simbangjati, Beji, Wringingintung dan Bakalan. Dalam program ini PT BPI melalui program CSR bidang Pendidikan mendukung setiap kegiatan tahapan program di masing-masing Perpusdes seperti kegiatan Sosialisasi, Pelatihan Pengembangan Perpustakaan, Pelatihan Dasar Komputer Internet, Pengadaan seperangkat komputer,  serta donasi  buku bacaan.

“Program kemitraan ini bertujuan untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar dan kegiatan masyarakat yang inovatif berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Tentunya dengan adanya fasilitas ini, kami juga berharap dapat memberikan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa,” ujar Yamashita.

BPI berkomitmen dan akan terus menjaga komitmen ini untuk mendukung perpusdes yang dioperasikan hingga saat di mana perpustakaan desa tersebut mampu bertransformasi menjadi pusat pembelajaran komunitas atau agen perubahan. Karena pengurus serta pengelola memfasilitasi para pemuda, pelajar, serta ibu PKK untuk datang ke format perpustakaan yang seru dan menyenangkan, karena jauh dari kesan bosan.

“Kedepan, kami berharap setidaknya akan ada 14 perpustakaan di desa sekitar PLTU yang bertransformasi menjadi PERPUSERU,” ujar Yamashita.