BPI Raih Penghargaan Social Empowerment di Asia Responsible Entrepreneurship Award 2017
JAKARTA, 5 Juni 2017 – Komitmen PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) dalam melaksanakan program pemberdayaan masyarakat mendapat apresiasi berupa penghargaan dari Asia Responsible Entrepreneurship Award (AREA) 2017, Jumat (2/6) di Bangkok, Thailand.
Program CSR BPI yang bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Mitigasi Sosial” dinilai berdampak positif serta sukses memberdayakan masyarakat melalui program sosial yang terukur dan berkesinambungan.
“Kami sangat mengapresiasi penghargaan dari AREA ini penghargaan ini mendorong untuk terus berinovasi dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat,” kata Direktur Operasional Shiroki Yamashita usai menerima penghargaan AREA Award di Bangkok, Thailand.
Dalam penghargaan AREA 2017 yang dihadiri oleh 300 perwakilan dari kawasan Asia, BPI berhasil meraih penghargaan untuk kategori “Social Empowerment”. Panelis AREA menilai, program pemberdayaan sosial dari BPI dilakukan secara berkesinambungan dengan program mitigasi sosial yang dilakukan. Penghargaan “Social Empowerment” itu mensyaratkan program perusahaan yang selalu memberdayakan masyarakat.
Program “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Mitigasi Sosial” oleh BPI itu sendiri dianggap memenuhi seluruh kriteria penilaian oleh tujuh orang dewan juri. Adapun kriteria yang ditetapkan terdiri dari Innovation (inovasi), Solution-Oriented Result (berorientasi pada solusi), Sustainability (keberlangsungan program), dan Integration (penggabungan program).
“Penghargaan Social Empowerment dari AREA ini juga merupakan bentuk apresiasi internasional terhadap program-program yang dilaksanakan oleh BPI. Kami juga berkomitmen tinggi untuk memperkaya program CSR yang bermanfaat untuk masyarakat Batang,” ujar Takashi Irie, Presiden Direktur BPI.
Ajang penghargaan terbesar di ASIA ini merupakan sebuah platform dimana setiap perusahaan penerima penghargaan dapat saling berbagi, mengedukasi serta menginspirasi lebih banyak orang dalam menginisiasi program CSR yang memiliki dampak besar bagi masyarakat di area tersebut maupun masyarakat lebih luas.
Adapun rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan BPI akan terus ditingkatkan untuk pengembangan masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan. Salah satunya dengan menginisiasi berbagai Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang hingga saat ini telah mencapai 122 KUB dengan total anggota 1.896 orang, terutama di desa terdampak pembangunan.
Melalui program pemberdayaan masyarakat ini, BPI juga menjalankan rangkaian program yang bertumpu pada pengembangan ekonomi, aspek pendidikan, kesehatan, sosial budaya dan lingkungan, dan infrastruktur. Kegiatan pada berbagai aspek tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan di masyarakat, kondisi sosial budaya setempat, berbasis potensi wilayah serta mendukung kebijakan pemerintah.
Untuk sektor pendidikan, BPI berkontribusi membentuk 14 dari 30 Perpusdes di 14 desa terdampak PLTU Jawa Tengah. Bermitra dengan institusi Pemerintahan seperti Pemerintah Kabupaten Batang, dengan pihak ketiga seperti Coca Cola Foundation Indonesia, dan juga masyarakat setempat, BPI terus menjaga komitmen untuk mendukung Perpusdes agar bisa bertransformasi menjadi subjek program pemberdayaan masyarakat.


