Training ESQ Motivasi Pengelola Perpusdes
Giat menggalakkan program Perpusdes, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) tidak hanya menggelar pelatihan teknis pengelolaan perpustakaan. Kali ini giliran pelatihan Kecerdasan Emosional dan Spiritual (Emotional Spiritual Quotient / ESQ) yang digelar untuk 85 orang peserta dari 34 dari Perpustakaan Desa (Perpusdes) se-Kabupaten Batang, Jumat (8/6). Training diberikan oleh trainer konsultan ESQ, Agus Wiyono, ST.
Pelatihan ini dilakukan bekerjasama dengan Forum Komunikasi Perpusdes Perpuseru Batang (FKP2B) untuk pengelola dan pengurus Perpusdes. FKP2B yang dibentuk dan diresmikan oleh Kepala Disperpuska Kabupaten Batang pada bulan April 2018, ini diharapkan menjadi wadah bagi 34 Perpusdes di 34 desa di Kabupaten Batang, untuk saling berkomunikasi, berbagi informasi, dan dapat meningkatkan kapasitas perpustakaan desa.
.jpg)
Bertepatan dengan bulan Ramadhan, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi serta memelihara semangat para pengurus desa dalam mengelola dan melaksanakan berbagai kegiatan di masing-masing perpustakaan.
Fokus pengembangan kapasitas para pengelola dan pengurus Perpusdes menjadi perhatian tersendiri oleh PT BPI. Oleh karenanya, berbagai pelatihan kerap diberikan guna meningkatkan kemampuan para pengurus sehingga pengelolaan dan pemanfaatan perpusdes dapat dioptimalkan. Hal ini juga sejalan dengan program pemerintah Kabupaten Batang dalam mewujudkan desa pintar melalui program pengembangan perpustakaan desa. “Program yang kami rancang memang disesuaikan dengan program pemerintah setempat, sehingga kami dapat bersinergi,” ungkap Bhayu Pamungkas, CSR Manajer BPI .
.jpg)
Lebih jauh lagi, Bhayu menjelaskan keterlibatan BPI dalam pengembangan perpustakaan sudah dilakukan sejak 2015. Bersama Disperpuska Batang dan Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI), mereplikasi program pengembangan perpustakaan atau Perpuseru di 15 desa Kecamatan Kandeman, Tulis dan Subah dengan tujuan menjadikan perpustakaan desa sebagai pusat kegiatan dan belajar masyarakat berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat berkelanjutan. Bentuk dukungan terhadap 15 Perpustakaan desa tersebut beragam, mulai dari bantuan fasilitas perpustakaan, rangkaian pelatihan, bantuan operasional Perpustakaan, donasi koleksi buku serta dukungan terhadap program kerja tahunan Perpusdes.


