PT BPI Ajak Siswa Ujungnegoro Belajar Membuat Mochi
Kunjungan para tenaga ahli yang berasal dari negeri Sakura ke sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berada di sekitar pembangunan PLTU Jawa Tengah 2 x 1.000 MW, terus ditingkatkan. Salah satunya kunjungan ke MI Al-Ikhsan Ujungnegoro, para tenaga ahli teknik yang bekerja di PT Bhimasena Power Indonesia memberikan pelajaran spesial.
Para siswa sangat antusias dan bangga, setelah para tenaga ahli dari Negeri Matahari Terbit ini memasuki kelas yang sudah disiapkan oleh pihak sekolah. Dengan baju khas Jepang, mereka berbagi pengetahuan, permainan tradisional dan budaya kepada para siswa-siswi serta membuat makanan tradisional khas Jepang, Mochi.
Kelas “Mochitsuki”, para siswa akan diajarkan cara membuat kue mochi, yang terbuat dari nasi ketan, kacang merah dan gula halus. Proses pembuatan kue ini tidak semata-mata membuat kue, tapi mengajarkan sebuah kebersamaan dan kekompakan dalam kegiatan.
Para siswa-siswi saling bahu-membahu, bergantian untuk menumbuk nasi ketan yang sudah disiapkan dalam lesung kayu. Kebersamaan dan kekompakan tim (teamwork) para siswa-siswi, menjadikan nasi ketan akan halus dan lengket. Kemudian dibentuk menjadi bulatan-bulatan seperti bola, dan ditabur kacang merah dan gula halus.
Yuta Aoki, menceritakan bahwa Mochi adalah salah satu makanan tradisional khas Jepang yang dibuat untuk perayaan tradisional di Jepang yaitu mochitsuki atau perayaan tahun baru bagi bangsawan. “sudah menjadi tradisi dalam masyarakat Jepang ketika merayakan acara tahun baru diwajibkan untuk menyediakan mochi sebagai cemilan.”ujar Aoki, Project Finance Development Manager PT Bhimasena Power Indonesia.
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa mochitsuki adalah cara tradisional membuat kue mochi dengan menggunakan palu kayu untuk menumbuk nasi ketan yang sudah disiapkan dalam wadah batu atau kayu. Meski kue ini dari Jepang, mochi juga populer di China, Taiwan, Kamboja, Hawai, Korea Selatan, dan Thailand.
Mochitsuki, tanamkan nilai kekompakan atau “teamwork” agar satu sama lain dapat bekerja sama dalam mencapai sebuah tujuan.
Sebelum para siswa-siswi belajar membuat mochitsuki, mereka menerima pengetahuan terlebih dahulu tentang Negara Jepang, budaya dan iklimnya. Mereka juga diajari permainan tradisional Jepang, yakni seni melipat kertas (origami), dan permainan lompat tali (nawatobi).
Ary Wibowo, selaku GM External Relations PT BPI menerangkan bahwa Kelas Jepang ini merupakan program rutin dari PT Bhimasena Power Indonesia untuk siswa terdekat lokasi PLTU. Dengan berbagi budaya yang dibawa oleh sumbernya langsung, diharapkan bisa memotivasi siswa supaya lebih giat belajar, disiplin dan mengasah kreativitas dengan cara yang menyenangkan.
“PLTU Batang akan terus berdampingan dengan masyarakat sebagai tetangga sehingga potensi yang kami miliki ingin kami bagikan kepada masyarakat agar lebih bermanfaat, contohnya potensi yang dimiliki para pekerja dari Jepang untuk bisa berbagi ilmu kepada para siswa.” Imbuhnya
Sementara itu, Reza, salah satu siswa kelas 5 MI Al-Ikhsan Ujungnegoro mengatakan kegiatan ini menyenangkan dan bisa ketemu orang asing, dia berharap agar kegiatan ini terus berlanjut. “kegiatan ini menyenangkan, senang bisa langsung bertemu langsung dengan orang Jepangnya, mereka ramah, besok-besok datang lagi ya” ucapnya, sambil berjabat tangan dengan para tenaga ahli yang bekerja di PT BPI.


