PT BPI Bantu Alat Kesehatan untuk 57 Posyandu di 14 Desa
BATANG — PT Bhimasena Power Indonesia (PT BPI) menyerahkan bantuan alat-alat kesehatan kepada 57 Posyandu yang ada di 14 desa yang ada di Kecamatan Tulis dan Kecamatan Kandeman. Bantuan diserahkan langsung oleh Senior Manager CSR PT BPI, Bhayu Pamungkas disaksikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang, Uni Kuslantasih Wihaji, kepada para kader Posyandu di Balai desa Ponowareng, Rabu (29/01).
Dalam arahannya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang, Uni Kuslantasih Wihaji mengharapkan kepada seluruh kader Posyandu untuk lebih semangat lagi dalam menjalankan pekerjaan sosial ini. Karena Posyandu merupakan gerakan pelopor kesehatan di tingkat desa yang sangat membantu program pemerintah.
“Kami berterima kasih kepada PT BPI atas kepedulian dan sumbangsihnya selama ini terhadap masyarakat sekitar PLTU. Kami berharap, agar CSR PT BPI terus membantu dan berdampingan dengan masyarakat, baik di program kesehatan, pendidikan, ekonomi dan selalu bersinergy dengan Pemerintah Daerah.”ungkap Uni Kuslantasih, istri Bupati Batang, Wihaji, usai memberikan arahan kepada para kader Posyandu yang ada di 14 desa di sekitar PLTU, Rabu (29/01).
Sementara itu, Shiroki Yamashita, Direktur Operasional PT BPI, mengatakan bahwa kegiatan penguatan kader posyandu dan bantuan peralatan kesehatan merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam upaya mendukung pembangunan kesehatan masyarakat Batang. seperti halnya program pelatihan, pembentukan kelompok usaha untuk kader kesehatan Posyandu, dukungan PMT, alat kesehatan dan infrastruktur bagi PKD serta Puskesmas Pembantu (Pustu) di desa sekitar pembangunan PLTU Jawa Tengah 2 x 1.000 MW.
Seperti halnya seminar kesehatan, dengan tema “Ayo Berikan ASI Eksklusif pada bayi 0-6 bulan, Ciptakan Generasi Sehat Tanpa Stunting”, yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Batang, dr. Hj. Hidayah Basbeth merupakan bentuk konkret kegiatan pemberdayaan kesehatan masyarakat.
“Sejak tahun 2013, PT BPI sudah menjalin kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya Ibu dan Anak (KIA) dan menguatkan pengetahuan kader posyandu.”jelas Shiroki Yamashita
Lebih lanjut dijelaskan, hingga saat ini total kumulatif bantuan alat kesehatan yang diberikan sebanyak 430 paket alat kesehatan untuk 57 posyandu di 14 desa sekitar PLTU Batang, dan ada 14 Forum Kesehatan Desa (FKD) yang telah direvitalisasi melalui program BIMA SEMBADA (Bersih, Makmur, Sehat, Masyarakat Berdaya).
“Program BIMA SEMBADA ini merupakan gerakan penguatan kesehatan berbasis desa yang berfokus pada penguatan kader kesehatan, revitalisasi Forum Kesehatan Desa (FKD), ODF (Open Defecation Free), PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bagi kader posyandu, dukungan sarana kesehatan bagi posyandu dan PKD (Pos Kesehatan Desa), capacity building bagi tenaga medis dan pengembangan program kesehatan lingkungan.” Terang Yamashita.
Corporate Communication
PT Bhimasena Power Indonesia


