Bantu Korban Banjir, PLTU Batang Salurkan Bantuan Logistik ke Dinas Sosial
Bhimasena Power, PLTU Batang
– PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) sebagai pemilik PLTU Batang 2 x 1.000 MW,
menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak banjir di Kabupaten Batang
dengan menyalurkan bantuan logistik darurat. Bantuan tersebut diserahkan secara
simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Sosial Kabupaten
Batang pada Minggu, 25 Januari 2026 di Posko Tagana Dapur Umum Dinas Sosial
Kabupaten Batang.
Aksi cepat tanggap ini merupakan
bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) BPI guna meringankan
beban masyarakat yang rumahnya terendam banjir akibat curah hujan tinggi yang
melanda wilayah Kabupaten Batang dalam beberapa hari terakhir.
Bantuan yang diserahkan meliputi
kebutuhan pokok mendesak seperti beras, mie, minyak goreng, telur dan lain
sebagainya yang akan segera didistribusikan ke desa-desa yang terdampak banjir
dan longsor.
GM Stakeholder Relation PT
Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, melalui Government Relation
& Permit Assistant Manager Wicaksono P. Aji menyampaikan rasa prihatinnya
atas musibah yang menimpa warga Batang.
“Kami keluarga besar PLTU Batang turut merasakan kesulitan yang dialami
warga. Penyaluran bantuan ini adalah bentuk komitmen dan tanggung jawab sosial
perusahaan untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat situasi darurat
seperti sekarang. Kami berkoordinasi erat dengan Dinas Sosial agar bantuan ini
tepat sasaran dan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh para penyintas banjir
dan longsor," ujar Aryamir.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang, Wilopo, memberikan
apresiasi atas inisiatif cepat yang dilakukan oleh PT Bhimasena Power Indonesia
dalam membantu pemerintah daerah menangani dampak bencana.
"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Batang mengucapkan terima kasih
kepada PT Bhimasena Power Indonesia atas kepeduliannya yang konsisten. Dukungan
logistik ini sangat berarti bagi kami untuk mengisi stok di dapur umum dan
memastikan kebutuhan warga Desa Klidang dan Karangasem yang mengalami banjir
serta Desa Peranten yang terdampak tanah longsor dapat terpenuhi. Sinergi antara sektor swasta dan
pemerintah diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan membantun proses
pemulihan pasca-bencana," kata Wilopo.


