Sosialisasi & Kampanye Keselamatan Pelayaran Aman Digelar di Batang, Perkuat Budaya Safety First
“Siap Berlayar, Kenali Alurnya, Siap Selamat, Wujudkan Zero
Accident” menjadi momentum Peringatan Hari Perhubungan Nasional
Bhimasena Power, PLTU Batang
– Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Pesan tersebut menjadi semangat dalam Peringatan
Hari Perhubungan Nasional pada 17 September melalui kegiatan Sosialisasi dan
Kampanye Keselamatan Pelayaran bagi Nelayan dan pengguna jasa perairan di
Kabupaten Batang Tahun 2026 yang digelar di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan
(UPP) Kelas III Batang, Senin (21/9).
Mengusung tema “Siap Berlayar, Kenali Alurnya, Siap Selamat, Wujudkan Zero
Accident”, kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan dialog bagi para pemangku
kepentingan maritim untuk meningkatkan pemahaman mengenai alur pelayaran,
potensi risiko, serta penerapan prinsip keselamatan di laut. Kegiatan diikuti
sekitar 125 peserta dari unsur pemerintah, aparat keamanan, operator dan
keagenan kapal, pelaku usaha pelabuhan, nelayan, serta pengguna wilayah
perairan Batang.
Kepala UPP Kelas III Batang, Sugiyanto, SE, menyampaikan bahwa pemahaman
terhadap alur dan potensi risiko menjadi bagian penting dalam menciptakan
pelayaran yang aman.
“Keselamatan pelayaran bukan hanya tugas Syahbandar atau UPP, tetapi
tanggung jawab kita bersama. Keselamatan tidak cukup hanya dipahami, tetapi
harus dilatih, dibiasakan dan dipraktikkan,” ujarnya. Ia menekankan empat aspek
utama dalam keselamatan pelayaran, yakni kesiapan manusia, kelaikan kapal,
keselamatan pengguna atau penumpang, serta kondisi cuaca dan lingkungan.
Nakhoda dan awak kapal perlu memastikan kompetensi dan kesiapan sebelum
berlayar, sementara operator wajib memastikan kapal laik laut dan seluruh
peralatan keselamatan berfungsi dengan baik.
Peserta juga mendapatkan edukasi dari sejumlah narasumber yaitu Arman, SH.
MH dari UPP Kelas III Batang menyampaikan materi “Keselamatan Pelayaran Kapal
Tradisional”, yang membahas prinsip kelaikan kapal, kompetensi nakhoda dan awak
kapal, pemeriksaan cuaca dan rute pelayaran, serta kesiapan alat keselamatan
darurat. Selanjutnya, Syarif Hidayat, S.St.Pi., M.Pi. dari Pelabuhan Perikanan
Klidang Lor menyampaikan materi mengenai peran Pelabuhan Perikanan Klidang Lor
dalam keselamatan pelayaran. Edukasi turut diberikan oleh Peltu Mar/86899
Pulung Gentono, Anggota TNI-AL Pos Sigandu Batang, melalui materi “Keselamatan
Melaut”, yang menekankan penggunaan life jacket, life buoy, sekoci atau life
raft, sinyal darurat, serta langkah-langkah pencegahan dan pertolongan di air.
Sementara itu, Kompol Toto Hadi Prayitno, S.H., M.M., Kasatpolairud
Polresta Batang, menyampaikan materi mengenai keselamatan perairan di sekitar
Objek Vital Nasional (Obvitnas). Materi mencakup pengawasan aktivitas perairan,
patroli di jalur laut dan sekitar dermaga khusus PLTU Batang, penegakan aturan
di area terbatas, penanganan keadaan darurat, serta pentingnya sinergi antara
aparat, pengelola fasilitas, dan masyarakat. Dalam konteks keselamatan, nelayan
juga diimbau memperhatikan batas area operasional dan menghindari aktivitas
terlalu dekat dengan fasilitas seperti pipa pengambilan air laut (water intake)
dan dermaga, guna mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan bersama.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Batang (HNSI Batang)
Teguh Tarmujo mengungkapkan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan
keselamatan pelayaran yang dinilai penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan
keselamatan nelayan saat melaut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Bimasena Power Indonesia,
KUPP Kelas III Batang, serta seluruh pihak terkait atas terselenggaranya
kegiatan keselamatan pelayaran ini. Kegiatan seperti ini sangat penting
mengingat nelayan merupakan profesi dengan risiko tinggi. Kami berharap
dukungan dan kolaborasi dalam peningkatan keselamatan serta kesejahteraan
nelayan di Kabupaten Batang dapat terus ditingkatkan.” ujarnya
Sebagai bagian dari kolaborasi, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) turut
mendukung pelaksanaan sosialisasi bersama KUPP Kelas III Batang melalui
dukungan terhadap edukasi keselamatan bagi masyarakat yang beraktivitas di
perairan Batang.
External Relation Manager BPI, Bagus Dona Doni, menyampaikan bahwa dukungan
tersebut merupakan bagian dari sinergi dengan pemerintah dalam mendorong
keselamatan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan. “Kegiatan
operasional kami sebagai Objek Vital Nasional meliputi wilayah daratan dan
perairan, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat membangun pemahaman yang sama
bagi seluruh pihak untuk tetap menjaga dan mengutamakan keselamatan selama
beraktivitas di perairan,” ujarnya.
Pada akhir kegiatan, BPI menyerahkan life jacket kepada perwakilan nelayan
yaitu Rukun Nelayan Roban Timur, Rukun Nelayan Roban Barat, Rukun Nelayan
Ujungnegoro, Rukun Nelayan Seturi sebagai dukungan terhadap penggunaan
perlengkapan keselamatan dalam aktivitas melaut sehari-hari.
Kolaborasi pemerintah, aparat, pelaku usaha, operator pelayaran, dan
masyarakat tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya safety first, sehingga
keselamatan tidak berhenti sebagai materi sosialisasi, tetapi menjadi kebiasaan
bersama untuk mewujudkan pelayaran yang aman, tertib, dan zero accident di
perairan Batang.


