BPI Meraih Penghargaan TOP CSR Improvement 2017
Jakarta, 5 April 2017 – PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) memperoleh penghargaan Top Improvement CSR Award 2017 dalam ajang Top CSR Award 2017. Sementara Presiden Direktur PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) Takashi Irie juga meraih penghargaan sebagai Top Leader on CSR Commitment 2017.
Penghargaan tersebut merupakan sebuah apresiasi terhadap komitmen dan konsistensi BPI dalam memberdayakan masyarakat di kawasan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa Tengah, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Penyerahan penghargaan tersebut berlangsung di Rafflesia Grand Ballroom, Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/4).
Takashi Irie mengatakan, penghargaan ini merupakan apresiasi dari masyarakat terhadap program CSR yang selama ini telah dilakukan BPI. “Komitmen kami adalah terus memberdayakan masyarakat di Batang dan penghargaan ini akan mendorong kami untuk terus berinovasi dalam menyiapkan dan melaksanakan program CSR untuk masyarakat,” ujar Irie.
Penghargaan Top Leader itu diberikan kepada Irie karena mampu memimpin perusahaan untuk konsisten menerapkan program CSR yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Irie juga dinilai dewan juri memiliki komitmen yang kuat terhadap aktivitas CSR sehingga program pemberdayaan terhadap masyarakat mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
BPI meraih penghargaan ini setelah melalui serangkaian proses penjurian oleh tim independen dan kredibel di bidang sosial ekonomi. Salah satu aspek penilaian utama dalam penghargaan ini adalah tentang upaya perusahaan dalam melaksanakan CSR yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta peran CSR perusahaan dalam mendukung aktivitas bisnis perusahaan.
Irie menyampaikan harapannya agar berbagai program yang telah digagas dan dilaksanakan perusahaan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh masyarakat. Program-program sosial tersebut dirancang sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah Batang dan sekitarnya.
“Kami berharap keberadaan PLTU Jawa Tengah tidak hanya bermanfaat bagi pemenuhan energi nasional, namun juga dapat harmonis dan selaras dengan kemajuan masyarakat disekitarnya,” ungkap Irie.
BPI juga berkomitmen dan mengimplementasikan sejumlah aktivitas yang telah dicantumkan dalam dokumen tentang analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan program CSR, terkait pengelolaan dampak aktivitas PLTU Jawa Tengah baik dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi kepada masyarakat.
Dalam mengatasi dampak pengadaan lahan, BPI menyediakan lahan pengganti pada petani penggarap dengan total seluas 32 hektare kepada 218 petani penggarap terdampak dengan sistem hak pakai. Masing-masing petani penggarap tersebut dapat mengolah 1200 m2 lahan garapan dan memanfaatkannya untuk bercocok tanam serta menikmati hasilnya. Selain itu, BPI juga melakukan pemasangan rumah ikan sebagai salah satu program mitigasi kepada nelayan.
Rangkaian program pemberdayaan masyarakat juga telah dilakukan dan akan terus ditingkatkan untuk pengembangan masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan. Salah satunya dengan menginisiasi berbagai Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang hingga saat ini telah mencapai 122 KUB dengan total anggota 1896 orang, terutama di desa terdampak.
Melalui program CSR, BPI juga menjalankan programnya yang bertumpu pada aspek pendidikan, pengembangan ekonomi, sosial budaya dan lingkungan, kesehatan dan infrastruktur. Kegiatan pada berbagai aspek tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan di masyarakat, kondisi sosial budaya setempat, berbasis potensi wilayah serta mendukung program-program dan kebijakan pemerintah.
Untuk sektor pendidikan, BPI berkontribusi membentuk 14 Perpustakaan Desa di 14 desa terdampak PLTU Jawa Tengah. Bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Batang, Coca Cola Foundation Indonesia dan juga masyarakat setempat, BPI terus menjaga komitmen untuk mendukung Perpusdes agar bisa bertransformasi menjadi subjek program pemberdayaan masyarakat.


